Trenggalek – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Sanita Kabupaten Trenggalek resmi membuka Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026 pada Kamis (21/5/2026). Program yang berfokus pada keterampilan Tata Rias Pengantin Solo Putri Muslim Non Paes ini merupakan hasil kerja sama dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kegiatan pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek, Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Trenggalek, Penilik Kecamatan Pogalan, BRI Unit Pogalan, serta sejumlah perwakilan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Pimpinan LKP Sanita, Anik Setiani, S.Pd., M.AP, dalam sambutannya menyampaikan bahwa minat masyarakat terhadap program PKW tahun ini sangat tinggi. Hal tersebut terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 125 orang melalui sistem pendaftaran daring.
“Berdasarkan hasil seleksi dan ketentuan dalam Juknis PKW Tahun 2026, hanya 26 peserta yang dinyatakan lolos. Kami berharap pada tahun mendatang kesempatan serupa kembali diberikan sehingga peserta yang belum lolos tahun ini dapat mengikuti program berikutnya,” ujarnya.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari berbagai instansi pemerintah daerah. Perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek, Pujianto, S.E., menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk bersinergi dengan LKP Sanita dalam memberikan pembekalan terkait legalitas usaha bagi calon wirausaha baru.
Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Penta) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Trenggalek, Sujiati, S.E., menyampaikan bahwa meskipun program ini tidak mencakup pelaksanaan uji kompetensi, pihaknya siap mengusulkan bantuan pembiayaan uji kompetensi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Trenggalek juga menyatakan dukungannya dengan kesiapan memberikan materi mengenai digital marketing, sebagai bekal penting bagi peserta dalam memasarkan produk dan jasa secara digital.
Dari sektor perbankan, Kepala BRI Unit Pogalan, Febrian U.P., menyampaikan kesiapan pihaknya untuk memberikan edukasi mengenai manajemen keuangan usaha. Selain itu, BRI juga membuka peluang akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan suku bunga yang terjangkau.
“Peserta perlu memahami cara memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha agar bisnis yang dijalankan dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, Rulik Tri Anggraini, SKM., M.Kes, mengingatkan seluruh peserta agar memanfaatkan program ini secara maksimal.
“Kesempatan seperti ini sangat berharga. Tidak semua orang mendapat kesempatan yang sama. Karena itu, manfaatkan dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi,” pesannya.
Program PKW Tahun 2026 di LKP Sanita diikuti oleh 26 peserta yang seluruh biaya pelatihannya didukung pemerintah melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan. Program ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru di bidang jasa kecantikan, khususnya tata rias pengantin.
Selama mengikuti pelatihan, peserta akan memperoleh berbagai materi, mulai dari pendidikan karakter, kewirausahaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), tata rias pengantin, sanggul hijab, busana dan perhiasan pengantin, tata rias pengantin pria, keterampilan pendukung, upacara adat, profesi Make Up Artist (MUA), modifikasi tata rias muslim, permodalan usaha, digital marketing, hingga legalitas usaha.
Keunggulan program ini tidak hanya terletak pada pelatihan keterampilan, tetapi juga pada dukungan pascapelatihan. Setelah menyelesaikan program, peserta akan memperoleh bantuan alat usaha sebagai modal awal untuk berwirausaha mandiri. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pendampingan dan bimbingan berkala selama enam bulan dari lembaga.
Dengan dukungan berbagai pihak dan kurikulum yang komprehensif, Program PKW LKP Sanita Tahun 2026 diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang terampil, mandiri, serta siap bersaing di dunia usaha dan industri kecantikan, khususnya di Kabupaten Trenggalek dan sekitarnya.
[Anik Setiani]












Leave a Reply