Banyuwangi – Dalam upaya meningkatkan kualitas manajemen lembaga, Himpunan Penyelenggara Kursus Indonesia (HIPKI) DPC Banyuwangi kembali menggelar program study tiru sebagai bagian dari agenda tahunan mereka. Tahun ini, kegiatan tersebut berlangsung pada 20–23 Juni 2025 dengan mengunjungi sejumlah Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) unggulan di Provinsi Bali.
Sebanyak 30 pengelola dari 19 LKP di Banyuwangi ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Tiga lembaga yang menjadi tujuan kunjungan yakni LKP Brilliant di Gianyar, LKP Overseas Training Center, dan LKP Tulip International School.
Ketua HIPKI Banyuwangi, Helmi Kurniawan, menuturkan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk mengevaluasi serta mempelajari praktik manajemen lembaga yang telah terbukti sukses.
“Dengan belajar dari lembaga lain yang telah maju, kami ingin para pengelola di Banyuwangi mendapatkan wawasan baru untuk diterapkan di masing-masing lembaganya. Kita bergerak bersama menuju LKP yang berdaya saing global,” ungkap Helmi.
Sementara itu, Dimas Supartono, koordinator kegiatan, menambahkan bahwa study tiru ini tak hanya memberi inspirasi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi nyata antar lembaga.
Beberapa kerja sama telah mulai terjalin, seperti Creative Center yang menggandeng Tulip International dalam pengadaan bahan ajar, English One yang mengadopsi sistem manajemen dari lembaga lain, serta Inochi yang membuka peluang program magang (internship).
“Belajar tanpa henti dan tetap rendah hati adalah moto kami. Dengan kolaborasi dan pembelajaran, kami yakin LKP Banyuwangi akan terus maju,” tutup Dimas.
Dengan semangat globalisasi, HIPKI Banyuwangi optimistis lembaga kursus di daerah ini akan semakin eksis dan mampu mencetak tenaga kerja kompeten, tidak hanya untuk pasar nasional, tetapi juga internasional.
Sebagai tindak lanjut, HIPKI telah merancang program study tiru ke luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, dan negara-negara ASEAN lainnya pada tahun-tahun mendatang.
[Helmi Kurniawan}












Leave a Reply