Jajaran Pengurus baru Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (DPC HIPKI) Kota Malang periode 2025–2030 resmi dilantik dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat di BBPPMPV BOE Kota Malang, Sabtu (19/4/2025).
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua DPD HIPKI Jawa Timur, Sunarko, S.Pd. ST, MM, beserta Sekretaris, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas, Suwarjana, SH.
Dalam momen tersebut, Dra. Desy Indrasari, Ketua DPC HIPKI periode 2021–2025, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pengurus dan khususnya Dinas Pendidikan Kota Malang atas dukungan yang luar biasa terhadap Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) di kota ini.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian luar biasa dari Dinas Pendidikan. Dukungan berupa 37 unit laptop, seragam, hingga program pengembangan lain adalah bentuk nyata kepedulian terhadap LKP,” ujar Desy dalam sambutannya.
Ia juga memohon maaf kepada seluruh pimpinan LKP atas segala kekurangan selama masa kepemimpinannya dan berharap pengurus baru bisa melanjutkan perjuangan dengan lebih baik.
Ketua Baru, Semangat Baru
Tongkat estafet kepemimpinan kini beralih kepada Drs. H. Sultoni Arifin yang resmi dilantik sebagai Ketua DPC HIPKI Kota Malang periode 2025–2030. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dinas Pendidikan Kota Malang atas kehadiran dan dukungan nyata selama ini.
“Kami siap bersinergi dan berkolaborasi untuk menjadikan LKP sebagai solusi nyata dalam peningkatan kompetensi masyarakat, khususnya generasi muda Kota Malang,” tegas Sultoni.
LKP, Pilar Penting Pendidikan Non Formal
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, dalam pidatonya menekankan pentingnya LKP sebagai institusi pendidikan non formal yang tidak kalah strategis dibanding lembaga formal.
“LKP di Kota Malang luar biasa. Mereka membangun sendiri, menyediakan fasilitas sendiri, menggaji instruktur sendiri. Dukungan kami adalah bentuk apresiasi atas dedikasi itu,” ujarnya.
Suwarna juga menyinggung persoalan serius terkait angka putus sekolah di Kota Malang yang mencapai lebih dari 5.000 remaja. Ia berharap LKP bisa menjadi garda depan dalam menangani isu tersebut melalui pelatihan dan pendidikan keterampilan.
“Kami akan terus memperjuangkan insentif untuk instruktur LKP. Selama saya masih menjabat, hal ini akan menjadi prioritas,” tambahnya.
Sinergi untuk Pendidikan yang Inklusif
Ketua DPD HIPKI Jawa Timur, Sunarko, memberikan apresiasi atas capaian DPC HIPKI Kota Malang selama periode sebelumnya. Ia berharap kolaborasi yang solid antara LKP, HIPKI, dan pemerintah daerah bisa terus ditingkatkan.
“Perhatian dan dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Malang adalah contoh nyata bagaimana sinergi bisa menghasilkan kemajuan yang signifikan bagi pendidikan non formal,” ucapnya.
Dengan semangat baru, kepengurusan DPC HIPKI Kota Malang periode 2025–2030 diharapkan mampu membawa LKP semakin maju dan adaptif terhadap tantangan zaman, khususnya dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, produktif, dan berdaya saing.












Leave a Reply